Problema Pendidikan Agama di Madrasah Ibtidaiyah Unggulan (MIU) Miftahul Huda Desa Wanengpaten Kediri 

  • Mat Sabar
Keywords: Problema, Pendidikan Agama, Madrasah

Abstract

Dalam artikel ini penulis ingin membahas dan mengkaji tentang problema Pendidikan Agama Islam yang ditinjau dari ruang lingkup pendidikan yaitu peserta didik, keluarga, masyarakat, sedikitnya gaji guru, rendahnya kemampuan guru, serta sarana dan prasarana di MIU Miftahul Huda Desa Wanengpaten Kab. Kediri. Penulis ingin mengkaji secara khusus tentang problema yang menjadi tantangan dalam Pendidikan Agama Islam. Sudah banyak penelitian tentang problema Pendidikan Agama Islam, tetapi masih terfokus hanya kepada para pendidik dan manajemen sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, berdasarkan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian dapat diketahui beberapa problem tentang anggapan peserta didik bahwa pendidikan agama itu kurang menarik, karena ijazahnya tidak bisa dibuat mencari pekerjaan. Orang tua dirumah tidak terlalu menekan kepada anak untuk mengamalkan agama dalam kehidupan sehari-hari, karena tempat tinggal berada dilingkungan yang kurang mendukung untuk mengaplikasikan agama. Gaji yang diberikan kepada guru masih rendah, berkisar antara 100 - 300 ribu. Hal ini disebabkan banyaknya jumlah guru, dan SPP peserta didik yang masih murah. Masih ada beberapa guru, terutama di program unggulan Madin dengan Metode Qiroati yang masih lulusan SMA/Sederajat, sekitar 7 orang yang belum S1. Dan masih kekurangan ruang kelas, karena bertambahnya jumlah siswa, ruang lap untuk keagamaan, serta meja kursi untuk membaca di perpustakaan.

Published
2020-12-16