Nilai Universal Millah Ibrahim dalam Tafsir Al‐Misbah Sebagai Basis Epistemologi Kerukunan Umat Beragama

  • Muhammad Abdul Rohman Al Chudaifi
  • Siti Muliana
Keywords: Millah Ibrahim, al-Misbah, Quraish Shihab, dan Toleransi.

Abstract

Fokus artikel ini adalah mengkaji nilai universal kata Millah Ibrahim dalam tafsir al-misbah karya Quraish Shihab. Kajian tersebut penting dilakukan sebagai respon atas fenomena merosotnya toleransi, meningkatnya ekstremisme di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Alasan pemilihan topik ini adalah selain memperkaya kajian dalam tafsir al-Qur’an, juga karena tafsir terhadap kata Millah Ibrahim dapat dijadikan sebagai basis epistemologi kerukunan umat beragama. Selain itu, tafsir Millah Ibrahim dapat menjadi bagian dari wacana moderasi agama yang digunakan sebagai counter narasi ekstremisme dan radikalisme yang berkembang. Pandangan Inklusif Quraish Shihab bahwa Millah Ibrahim adalah prinsip ajaran Islam yang dianut oleh Nabi Muhammad dari Nabi Ibrahim yang berisi ketauhidan, fitrah, moderasi, penegakan keadilan, dan keramah tamahan. Hal itu sejalan dengan semangat moderasi Quraish Shihab dengan term wasathiyah di tengah geliat arus konservatisme agama. Penulisan artikel ini bersifat kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif-komparatif. Simpulan yang dicapai, pertama, penafsiran Quraish Shihab terhadap kata Millah Ibrahim sejalan dengan semangat moderasi agama yang disebut wasathiyah. Kedua, nilai-nilai universal Millah Ibrahim yang meliputi keniscayaan keberagaman, ketauhidan, amal saleh, dan percaya akan hari akhir juga dimiliki oleh agama Yahudi dan Kristen. Ketiga, nilai-nilai universal Millah Ibrahim tersebut menjadi sebab untuk tidak perlu mengklaim kebenaran agama masing-masing sebab agama adalah jalan dengan awal dan akhir tujuannya adalah satu, kembali pada Tuhan.

Published
2020-12-16