Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama di Pesantren, Madrasah dan Sekolah

  • Rofi' Addaroini
Keywords: Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama, Pesantren, Madrasah, Sekolah

Abstract

Pendidikan Agama Islam tidak dapat didefinisikan secara sempit, karena membahas Agama Islam dan ilmu-ilmunya. Pondok Pesantren dan Madrasah merupakan suatu lembaga pendidikan yang lebih menekankan pada pendidikan Agama. Secara umum kurikulum pesantren dapat dibedakan menjadi empat bentuk, yaitu; Pendidikan Agama, pengalaman dan pendidikan moral, sekolah dan pendidikan umum, serta ketrampilan dan kursus. Adapun kurikulum PAI di Madrasah memiliki suatu hal yang lebih pokok yang memang diharapkan dan bukan hanya dalam target tujuan PAI, tapi juga sebagai pendidikan yang lahir dari Agama Islam diharapkan dapat berkompetensi baik jasmani dan rohani, artinya berkompetensi dalam hal sikap, skill, pengetahuan secara afektif, kognitif, psikomotorik sesuai dengan ajaran Agama Islam dalam aspek jasmani. Kurikulum madrasah telah diatur dalam beberapa aspek, antara lain adalah: Al-Qur’an, Al- Hadits, Keimanan (‘Aqidah), Moral (Akhlaq), Hukum Islam (Fiqih), Sejarah Kebudayaan Islam (Tarikh) dan ditambah Bahasa Arab. Sementara disisi lain, pada sekolah umum, kurikulum PAI hanya terdiri dari satu mata pelajaran/materi (PAI) saja, namun demikian di dalamnya sudah memasukkan lima aspek diatas, Al- Qur’an, Al-Hadits, Keimanan (‘Aqidah), Moral (Akhlaq), Hukum Islam (Fiqih), Sejarah Kebudayaan Islam (Tarikh). Sehingga dengan adanya kurikulum PAI, baik di pesantren, madrasah maupun sekolah umum diharapkan menjadikan anak didik menjadi makhluk yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. serta senantiasa mau mengamalkan apa yang telah diajarkan di dalamnya.

Published
2020-12-18